trendcounter - free country flag counter

Pages

Jumat, 15 Maret 2013

Apa ISLAM itu

Apa itu Islam, dan apa yang dipercaya oleh orang-orang Muslim?



Pertanyaan: Apa itu Islam, dan apa yang dipercaya oleh orang-orang Muslim?

Jawaban:
Agama Islam dimulai di awal abad ke-7 A.D. oleh seorang yang bernama Muhammad. Dia mengaku mendapat kunjungan dari malaikat Jibril. Selama kunjungan malaikat ini, yang berlangsung selama 23 tahun sampai wafatnya Muhammad, malaikat itu katanya mewahyukan pada Muhammad firman Allah. Wahyu yang didiktekan ini adalah isi Qur’an, kitab suci Islam. Islam mengajarkan bahwa Qur’an adalah otoritas tertinggi dan wahyu terakhir Allah.

Orang-orang Muslim, penganut Islam, percaya bahwa Qur’an adalah firman Allah yang sudah ada dan yang sempurna. Selain itu, banyak orang Muslim yang menolak Qur’an dalam versi bahasa lainnya. Terjemahan bukanlah versi yang sah dari Qur’an yang hanya ada dalam bahasa Arab. Meskipun Qur’an adalah kitab suci yang utama, Sunnah dipandang sebagai sumber kedua untuk pengajaran agama. Sunnah ditulis oleh sahabat-sahabat Muhammad tentang apa yang dikatakan, dilakukan dan disetujui oleh Muhammad.

Kepercayaan utama Islam adalah bahwa Allah adalah Allah yang esa dan sejati dan Muhammad adalah rasul Allah. Cukup dengan mengucapkan kepercayaan ini, orang dapat masuk Islam. Kata “Muslim” berarti "orang yang takluk kepada Allah.” Islam menganggap diri sebagai satu-satunya agama yang benar yang menjadi sumber dari semua agama lain (termasuk Yudaisme dan keKristenan).

Orang-orang Muslim mendasari kehidupan mereka pada lima rukun:
1. Pernyataan iman/syahadat: "Tidak ada illah lain selain Allah, dan Muhammad adalah Utusan (Rasul) Allah."
2. Sholat: sholat lima kali dalam sehari
3. Zakat: orang harus memberi kepada mereka yang miskin karena semuanya adalah pemberian Allah.
4. Puasa: selain berpuasa pada waktu tertentu, semua orang Muslim harus berpuasa saat merayakan Ramadan (bulan kesembilan dalam kalender Islam).
5. Haji: berziarah ke Mekkah paling sedikit sekali seumur hidup (pada bulan kedua belas dalam kalender Islam).

Kelima dasar ini, kerangka dari ketaatan orang Muslim, diperlakukan dengan serius dan harafiah. Masuknya seorang Muslim ke firdaus adalah bergantung pada ketaatannya kepada kelima rukun ini.

Dalam hubungannya dengan keKristenan, Islam memiliki beberapa kesamaan dan perbedaan yang mendasar. Sama seperti keKristenan, Islam bersifat monotheistik, namun berlawanan dengan keKristenan, Islam menolak konsep Tritunggal. Islam menerima bagian-bagian tertentu dari Alkitab, seperti Taurat dan Injil, namun menolak yang lainnya sebagai fitnah dan bukan diilhamkan.

Islam mengklaim bahwa Yesus hanyalah seorang nabi, bukan Anak Allah (orang Muslim percaya satu-satunya illah adalah Allah, dan bagaimana mungkin Dia bisa punya Anak?) Islam menganggap Yesus, meskipun lahir dari anak dara, diciptakan sama halnya dengan Adam, dari debu tanah. Orang-orang Muslim percaya bahwa Yesus tidak mati di salib; dan karena itu mereka menolak salah satu pengajaran utama keKristenan.

Akhirnya, Islam mengajarkan bahwa firdaus diperoleh melalui perbuatan baik dan ketaatan kepada Qur’an. Sebaliknya, Alkitab, mengungkapkan bahwa manusia tidak dapat memenuhi standar kekudusan Allah. Hanya karena anugrah dan kasih-Nya orang-orang berdosa dapat diselamatkan melalui iman di dalam Kristus (Efesus 2:8-9).

Jelas bahwa tidak mungkin Islam dan keKristenan sama-sama benar. Salah satu, Yesus atau Muhammad, adalah nabi terbesar. Salah satu, Alkitab atau Qur’an, adalah Firman Allah. Keselamatan diperoleh melalui menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat atau dengan menaati kelima rukun. Sekali lagi tidak mungkin kedua agama itu sama benarnya. Kebenaran ini, memisahkan kedua agama dalam bidang-bidang penting, memiliki konsekuensi kekal.

Islam adalah risalah Allah SWT. yang terakhir bagi manusia, oleh karena itu Islam adalah agama terakhir yang diturunkan Allah SWT. kepada Nabi-Nya yang terakhir yaitu Sayidina Muhammad Saw.. Dan juga sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. adalah membawa risalah Allah SWT. yang universal dan sebagai pembuka untuk semua alam. Setiap Nabi datang dengan risalah dari Allah SWT. untuk kaumnya masing-masing, sedangkan Nabi Muhammad Saw. dengan Islam sebagai risalah Allah SWT. yang terakhir untuk semua manusia bahkan jin. Allah SWT. berfirman: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."( QS. Al-Anbiya': 107), Allah SWT. berfirman: "Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (QS. Saba': 28), dan Allah SWT. berfirman: "Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua" (QS. Al-A'raf: 158) Dan juga Nabi Muhammad Saw. telah mengkabarkan kepada kita bahwa sesungguhnya Allah SWT. telah mengkhususkan Nabi Muhammad Saw. dengan amanat seperti ini, maka Nabi Muhammad Saw bersabda: "Nabi yang dahulu diutus untuk kaum yang khusus, sedangkan aku diutus untuk manusia seluruhnya" (HR. Bukhari Muslim)
Islam adalah agama yang mudah, tidak sukar dan tidak sempit, Allah SWT. berfirman: "Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan." (QS. Al-Hajj: 78) Allah SWT. juga berfirman: "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (QS. Al-Baqarah: 185) dan asas Allah SWT. kepada agama ini secara dzahir ada lima rukun yaitu: Dua Syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji ke baitullah. dan di dalam akidah kita yaitu rukun iman, ada enam rukun yaitu: Iman kepada Allah SWT., Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Kitab-Kitab-Nya, hari kiamat, dan ketetapan yang baik dan buruk. Kemudian keimanan dibagi kedalam rincian-rincian yang banyak, yaitu beberapa perintah dan larangan di dalam Syariat Islamiyah yang telah menghubungkan dalam jumlahnya kepada sebuah kejelasan, dan tujuh puluh cabang seperti yang dikabarkan oleh orang yang percaya dan dipercaya.
Sebuah Hadits Jibril as. yang menjelaskan rukun Islam dan Iman, diriwayatkan oleh tuan kita 'Umar ra. Berkata: Suatu ketika kami sedang berada di sebuah majlis bersama Rasulullah Saw. ketika itu muncul seoarang laki-laki yang sangat putih bajunya dan sangat hitam rambutnya, tidak terlihat kepadanya bekas perjalanan yang jauh, dan satupun dari kita tidak mengenalnya, kemudian dia duduk dihadapan Nabi Saw, lalu orang itu menyenderkan lututnya kepada lutut Nabi Saw., dan meletakan telapak tangannya di atas paha Nabi Saw., dan berkata: "Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang Islam".
Maka Rasulullah Saw. bersabda: "Islam adalah kamu bersaksi bahwa tiada ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, memberikan zakat, puasa di bualan Ramadhan, dan haji ke baitullah jika kamu mampu menjalankannya.". Orang itu berkata: "Kamu benar". 'Umar berkata: "Maka kami terkejut kepadanya, dia bertanya dan membenarkannya. Kemudian orang laki-laki itu bertanya lagi: "Lalu kabarkan lah kepadaku tentang iman". Nabi menjawab: "Kamu percaya kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan takdir baik dan buruk". Dia berkata: "Kamu benar". Kemudian bertanya lagi: "Lalu kabarkanlah kepadaku tentang Ihsan". Nabi menjawab: "Kamu menyembah Allah seperti kamu melihat-Nya tetapi jika belum dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Beliau melihatmu". Lalu dia bertanya lagi: kabarkanlah kepadaku tentang hari kiamat. Nabi menjawab: "Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada orang yang bertanya". Lalu dia bertanya lagi: Kabarkanlah kepadku tentang janji hari kiamat. Nabi menjawab: "Ketika pembantu melahirkan anak, kamu melihat para pemimpin tanpa alas kaki sehingga ketergantungan dengan orang lain dan bangunan-bangunan semakin tinggi". Berkata 'Umar: "Kemudian orang laki-laki itu keluar maka aku timbul pertanyaan dalam hatiku, kemudian Nabi bersabda kepadaku: "Wahai 'Umar apakah kamu mengetahui siapa orang yang bertanya itu". Aku berkata: "Allah dan Rasul lebih mengetahui". Rasul berkata: "Sesungguhnya dia adalah Jibril, dia datang untuk memberi pengetahuan tentang agama kalian" (HR. Muslim: juz 1 hal. 37) Dan Nabi Saw. mengkabarkan tantang cabang iman, lalu Nabi berkata: "Sebuah kejelasan bahwa tujuh puluh cabang iman dan sifat malu adalah sebagian cabang iman" (HR. Bukhari: juz 1 hal. 63)
Adapun dengan penamaan Islam dengan kata Islam: sesungguhnya Islam adaah agama yang selamat dan diselamatkan oleh Allah Tuhan semesta alam, maka Islam adalah agama yang mengajak Muslim untuk berpasrah kepada Allah yang satu dan melepaskan dari segala sesuatu yang selainnya dari Tuhan-Tuhan, patung-patung sampai segala sesuatu yang menjadikan manusia musyrik bersama Tuhannya, karena sesungguhnya dia mengikuti hawa nafsunya, Allah berfirman: "Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?" (QS. Al-Furqan: 43), sama juga mengajak Muslim kepada keselamatan hanya untuk diri sendiri, padahal bersama adanya keluasan Allah, dalam masalah ini Nabi Saw. bersabda: "Seorang Muslim sebagian dari keselamatan Muslim-Muslim yang lainnya dari lisannya dan tangannya" (HR. Bukhari Muslim: juz 1 hal. 13)
Islam adalah agama yang diridhai oleh Allah, Allah lah yang menamakan Islam dengan kata ini dan meridhainya karena sesungguhnya Beliau adalah Tuhan semesta alam, Allah SWT. berfirman: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. Al-Ma'idah: 3). Allah SWT. juga berfirman: "(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia." (QS. Al-Hajj: 78), Allah menamakan Muslim kepada orang Islam, karena kekhususan-kekhususan dari umat yang terakhir ini. Umat yang memiliki agama yang terakhir, Nabi Saw. yang terakhir. Sesungguhnya orang yahudi menamakan dirinya sendiri yang sebagai binaan dakwahnya Nabi Musa as., Allah SWT. bercerita dalam firman-Nya: "Sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu."" (QS. Al-'Araf: 156). Begitu juga orang-orang Nasrani menamakan dirinya sendiri, Allah SWT. berfirman: "Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya." (QS. Al-'Araf: 156). Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam karena telah mengkhususkan dan melebihkan kita atas semua ciptaannya yang sempurna.
Dan kita mengharapkan dengan jawaban ini kita dapat mengetahui tentang kedudukan Islam antara risalah-risalah yang terdahulu, juga kita mengerti tentang agama kita secara keseluruhan, bagaimana dinamakan dengan kata Islam dan penemaan pengikut Islam yaitu Muslim. Shalawat serta salamnya Allah atas Nabi kita, keluarganya, dan para sahabatnya, dan Allah SWT. yang paling tinggi dan paling mengetahui.

0 komentar:

Poskan Komentar